“Aku mau ngomong penting sama kamu...”
Ketika mendengar kalimat itu dari sang kekasih, rasanya jantung serasa
berhenti sepersekian detik. Sebenarnya Anda sudah tahu ketika hubungan
Anda dengannya sudah mendekati hari-hari terakhir... dan kalimat
tersebut adalah awal dari sebuah pengalaman yang menyakitkan dan
menyedihkan dalam hidup Anda.
Anda putus hubungan dengan sang kekasih... dan di sini sekarang Anda
berada.
Putus cinta adalah salah satu situasi yang paling mengerikan,
menyedihkan dan paling tidak enak yang dapat dirasakan oleh seseorang.
Kalau dalam bahasa Inggrisnya patah hati ...
Bila Anda mencoba untuk berpikir sejenak, Anda akan menyadari bahwa
meskipun setiap kasus putus cinta berbeda, reaksi psikologis yang
terjadi dan dialami oleh setiap orang yang mengalaminya adalah sama.
Setiap orang yang mengalami kesedihan dan rasa sakit yang sama nyatanya
dengan yang Anda alami.
Bukannya mengecilkan kepedihan yang Anda alami, tapi saya hanya ingin
Anda tahu, bahwa saya mengerti apa yang sedang Anda rasakan dan alami
sekarang. Saya tahu bahwa saat ini hanya rasa pedih di hati Anda yang
menjadi pusat ...
Saya mengerti hari demi hari rasanya berjalan begitu lambat ketika Anda
sedang dalam keadaan sakit hati, tapi saya yakin Anda dapat terus
melaluinya dengan berani dan penuh harapan tanpa berpaling ke belakang.
Ketika Anda terus berjalan, maka tanpa Anda sadari Anda sudah berada
jauh meninggalkan masa lalu Anda dan siap menyambut masa depan yang
lebih bahagia.
Saya masih ingat bagimana keadaan saya sewaktu berada dalam posisi Anda
dulu. Siang hari terasa lambat dan penuh beban, namun ketika malam tiba,
saya terbaring ...
Saya tahu ada begitu banyak hal yang mengganjal di hati Anda. Perasaan
sedih, kangen, dan kehilangan yang Anda rasakan kemarin, mungkin
sekarang telah berubah bentuk menjadi perasaan kesal, marah, dan bahkan
keinginan untuk membalas dendam.
Saya tidak akan menyalahkan Anda karena memiliki perasaan-perasaan
negatif tersebut. Karena itu adalah hal yang sangat wajar sekali.
Apabila ada seseorang atau sesuatu yang membuat Anda merasa sakit,
reaksi otomatis yang keluar dari diri kita adalah perasaan marah dan
keinginan untuk membalas. Sama seperti ketika kaki Anda ...
Ketika mengalami putus cinta, kebanyakan orang hanya bisa pasrah dan
berserah pada waktu. Dan akibatnya, semakin mereka meladeni rasa sakit
hatinya, itu membuat mereka juga semakin terpuruk, Diri mereka semain
hancur.
Saya tahu betapa sedihnya ketika Anda dilanda rasa kecewa, sedih dan
penyesalan, tanpa ditemani seorang pun. Hanya Anda dan jiwa Anda yang
merintih pilu.
Dan untuk itu saya ada di sini. Saya akan menemani Anda..
Kenangan akan mantan Anda memang berharga dan layak untuk disimpan dalam
hati, bagaimanapun dia adalah seseorang ...
Mengatasi putus cinta tergantung dari beberapa faktor, seperti:
seberapa lama dan intensitas hubungan Anda, tingkat keintiman, dan
seberapa besar investasi diri Anda pada hubungan tersebut. Karena itu
proses penyembuhan setiap orang berbeda-beda.
Beberapa orang dapat dengan mudah mengatasi putus cinta dan melupakan
mantan kekasihnya hanya dalam hitungan minggu saja, namun beberapa
lainnya terpuruk sedemikian lama hingga berbulan-bulan, bahkan tahunan,
keluar dari belenggu sakit hati akibat putus cinta.
Mungkin Anda termasuk golongan yang pertama, atau mungkin yang kedua,
tapi bagaimanapun juga sebuah proses ...
Putus cinta memang menyakitkan. Tapi
mengalami putus cinta berarti Anda sudah pernah menjalin cinta. Berarti
Anda sudah pernah menemukan, merasakan dan mendapatkan cinta. Karena
itu, hal pertama yang saya ingin Anda lakukan adalah: bersyukur bahwa
Anda telah mengalami ini semua. Ini adalah sebuah pengalaman berharga
yang akan membuat Anda bertambah kuat dan dewasa.
Ketika Anda mengalami patah hati dan
putus cinta, ada dua pilihan yang dapat Anda lakukan. Pertama, Anda
dapat terus terpuruk dan hanyut dalam lautan penyesalan dan kesedihan,
membuat aspek-aspek lain dalam hidup Anda ikut terseret dalam arusnya.
Menjadikan Anda seseorang yang lebih rendah kualitasnya daripada
sebelumnya.
Atau Anda dapat mengambil pilihan
kedua, Anda dapat belajar dari kesalahan Anda dan menjadikan momen ini
sebagai kesempatan emas bagi Anda untuk melesat lebih tinggi menjadi
seseorang yang jauh lebih berkualitas dari sebelumnya. Seperti kata
pepatah: Apa yang tidak membunuh Anda akan membuat Anda semakin kuat.
Pilihan kedua jelas lebih menarik, bukan?
Tapi pada kenyataannya sangat susah
sekali melakukan pilihan tersebut. Saya sangat mengerti rasanya, karena
saya sudah mengalaminya. Dan sebelum Anda melakukan apapun, saya ingin
memberitahu Anda sebuah kunci krusial apabila Anda ingin menyembuhkan
diri Anda dari rasa sakit di hati Anda.
Saya hanya ingin Anda melakukan dan melaluinya dengan tips dan cara-cara yang sehat tanpa merugikan diri.
Sadari bahwa putus cinta adalah bagian dari kehidupan.
Cepat atau lambat Anda akan merasakannya, bahkan Anda dijamin mengalami
beberapa kali lagi di masa depan dan di sepanjang hidup Anda nanti.
Untuk bisa menyembuhkan diri dari rasa sakit dan trauma yang mengerikan
ini, sebelumnya Anda perlu benar-benar menyadari sepenuhnya apa yang
sedang Anda alami sekarang.
Saya sering menyebut kalimat, “To know yourself is to heal yourself.” Jadi di bawah ini saya akan memaparkan beberapa fakta mengenai proses yang terjadi ketika seseorang mengalami putus cinta.
Hal pertama yang WAJIB Anda lakukan adalah:
STOP BERPIKIR DENGAN OTAK ANDA SENDIRI!
Ini sangat penting! Karena itu saya harap Anda mengingatnya baik-baik..
Ketika kekasih Anda menolak Anda dan
berkata bahwa dia tidak memiliki perasaan apa-apa lagi pada Anda. Ketika
dia berkata tidak lagi menginginkan Anda. Ketika dia mengatakan sudah
memilih orang lain. Ketika dia memutuskan hubungan yang sudah terjalin
sekian lama dan menyalahkan Anda sebagai penyebabnya. Yang terjadi
adalah: otak Anda akan mengalami yang saya sebut REALITY CRASH.
Otak Anda tidak bisa memproses,
menerima dan mempercayai informasi yang masuk. Karena baru seminggu
sebelumnya dia berkata sangat menyayangi Anda, karena baru saja kemarin
Anda dinner romantis dengannya, jadi bagaimana mungkin hari ini dia
berkata tidak lagi menginginkan Anda?
Selama ini Anda merasa bahwa dia adalah
milik Anda, lalu tiba-tiba Anda tidak lagi memilikinya. Ini tidak
mungkin terjadi! Tidak mungkin! Crash! Crash! Crash!
Ini murni sebuah reaksi psikologis yang
normal. Coba ingat-ingat kembali saat Anda kehilangan handphone, dompet
atau barang lain yang cukup berharga bagi Anda. Untuk sesaat Anda pasti
akan diam terpaku. Otak Anda berjuang keras untuk mencerna informasi
yang masuk. Karena baru saja beberapa menit yang lalu handphone tersebut
ada dalam kantong celana Anda, bagaimana mungkin bisa hilang dalam
sekejap?
Setelah REALITY CRASH,
hal berikutnya yang terjadi pada otak Anda adalah berusaha mencari
alasan yang logis untuk mengisi kekosongan proses di tahap sebelumnya.
Ini adalah tahap 5W1H: What, Who, Where, When, Why dan How.
“Apa yang terjadi? Apa salah saya?
Apakah ini sudah direncanakan sejak lama? Sejak kapan? Apa ada pria
lain? Kenapa dia jadi begini? Bagaimana mungkin bisa semudah itu? Apa
selama ini hubungan kita tidak ada artinya?”
Dan sejuta pertanyaan-pertanyaan
lainnya yang langsung Anda lempar pada kekasih Anda. Apapun jawabannya,
tidak peduli seberapa logisnya, Anda tidak akan puas mendengarnya.
Karena itu semua bukanlah jawaban yang Anda inginkan. Itu bukan jawaban
sesuai dengan realita yang Anda inginkan.
Karena tidak berhasil memulihkan realita yang Anda percayai, Anda akan melakukan tahap ketiga: PUSHING.
Memaksa kekasih Anda. Otak Anda panik dan akan berputar keras untuk
mencari solusi yang mungkin dapat menolong Anda. Otak Anda akan membuat
Anda melakukan segala macam cara untuk agar dia mengembalikan
keseimbangan hidup Anda.
Memohon, menangis, mengemis, marah,
main kasar, mengancam, memelas, dan segala macam cara yang terpikirkan
oleh Anda saat itu. Dan ini adalah tahap di mana terjadi kerusakan yang
sebenarnya dalam hubungan Anda, yang dapat berakibat fatal.
Setiap orang paling benci dipaksa.
Ini adalah prinsip yang harus Anda mengerti. Jadi begitu Anda mulai
memaksanya dengan segala macam cara, di saat itu juga dia akan menjauhi
Anda dan semakin jengkel dengan Anda. Sampai satu titik, apabila Anda
melakukan hal-hal tersebut terus menerus, dia bahkan tidak akan mau lagi
melihat wajah Anda lagi.
Yang harus Anda lakukan apabila Anda tidak ingin kehilangan si dia dan merusak hubungan ini selamanya, adalah:
STOP BERPIKIR DENGAN OTAK ANDA SENDIRI!
Keadaan mental dan emosi Anda sedang
mengalami guncangan. Logika Anda sedang kacau balau. Shock. Anda sedang
tidak dalam keadaan yang sehat untuk mengambil keputusan. Apapun yang
Anda pikirkan, apapun yang Anda analisa, dapat dipastikan semuanya akan
memperburuk keadaan.
Dalam keadaan seperti ini, otak Anda
adalah sumber yang paling tidak bisa Anda percayai. Jadi berhentilah
berpikir dan menganalisa. Tujuan utama Anda adalah menenangkan diri dulu. Itu yang terpenting saat ini.
Sama halnya ketika terjadi kebakaran di
rumah Anda. Hal pertama yang harus Anda ingat adalah: jangan panik!
Apabila Anda tetap tenang, maka Anda dapat berpikir logis tentang
barang-barang apa saja yang harus Anda selamatkan. Mana yang penting,
mana yang kurang penting, apakah masih ada waktu untuk menelpon pemadam
kebakaran, dan semua keputusan-keputusan logis lainnya yang tidak dapat
Anda pikirkan apabila Anda dalam keadaan panik.
Setelah Anda tenang dan dapat berpikir lebih jernih, maka ini saatnya saya membagikan tips-tips berikutnya untuk keadaan Anda : Tiga Langkah Awal Hadapi Putus Cinta
Sahabat Anda,